Hei-ho, aku lagi mikir nih..hehe :D
Menurut kamu, seberapa penting tampilan fisik itu?
Banyaak sekali orang yang bilang “don’t jugde a book by its cover”, tapi menurut kamu, berapa persen dari mereka yang bener-bener mengaplikasikan kalimat yang sering kali mereka ucapkan itu? Aku pribadi, pikir kalo mereka cuma sekedar ngomong. Tau kenapa? Karna mereka punya mata. :)
Yakan, yakaan?
Karna mata bekerja lebih dulu daripada otak, apalagi hati. Tanpa gambaran dari mata, otak ga akan semudah itu menjalankan pekerjaannya. Dan kalo mereka bilang kita bisa mengandalkan hati, butuh berapa lama, supaya akhirnya hati bisa memberikan keputusannya? Dan sekali lagi, mata-lah yang jadi juara ketika ada perlombaan kecepatan antar-indera dalam menilai seseorang atau sesuatu.
Ga mungkirin, mata aku juga bekerja dengan sangat baik. Otak aku juga. Dan kalau mereka bergabung, aku bakal jadi orang egois dan sombong yang sangat menyebalkan.hehe Tapi untung sekali, walaupun kadang terlambat, tapi hati aku seringkali bisa menguasai mata dan otak yang kadang punya penilaian ga baik.
Tau kenapa?
Satu hal ajah : Karna aku ga suka penilaian fisik.
Inferiority yang memang aku idap entah dari kapan inilah yang seringkali bikin aku berkaca, dan berhenti menilai fisik seseorang.
Punya idola itu wajar banget, kan? Tapi seriously, ga pernah terlintas di kepala aku buat menjadikan mereka sebagai patokan fisik seseorang yang spesial buat aku.
Dan ga bisa dipungkirin, kalo setiap orang juga mengandalkan kerja mata dalam penilaian pertama mereka, kan?
Pikiran itulah, yang mau-ga-mau ada di kepala aku. Dan bikin aku sedikit jengah, sambil lalu memutuskan menilai fisik aku terlebih dulu, sebelum mereka membicarakan penilaiannya ke aku. Sifat yang jelek banget, yah?hehe
Dan lagi-lagi aku ngomong panjang lebar,berasumsi, sambil akhirnya lupa, kalo aku sendiri manggil kamu kurus. hehe :D
Tapi seriously, kurus itu udah kaya nama buat kamu. Gada penilaian fisik di dalamnya. Karna gimanapun kamu, bukan fisik yang aku liat.
Toh komunikasi kita selama ini tidak mengandalkan alat yang memberikan peluang bagi mata buat memberikan penilaiannya, kan?
Dan aku suka begini. Karna bagaimanapun, fisik pasti berubah. Tapi isi kepala dan sikap-sifat, bukan sesuatu yang semudah itu dirubah. :)
OlehDan,
18012012


