Mentarinya sudah datang
coba saja lihat keluar,
ia tersenyum!
meski mungkin ada beberapa makhluk
yang masih mengharapkan
Bulanlah yang tempati posisinya
hmm
manusia memang egois
ya, layaknya saya
yang sering kali ingin terus dikelilingi Bulan
padahal harusnya saya mengerti
masih ada belahan dunia lain
yang membutuhkan pancaran redup
sinar lembutnya
agar kelak bisa terlelap
dan bernafas lega
persis seperti apa yang saya rasakan
ketika dikelilingi olehnya.
hmm
egois itu memang buruk sekali
jdi, meski itu sangat manusiawi
saya putuskan untuk
tidak lagi jadikannya atribut.
hei Bulan,
jika memang tiba waktumu untuk kelilingi belahan lain
dunia ini
maka pergilah
karna
jika hanya untuk bisa telelap dan bernafas lega
saya juga akan tetap bisa lakukannya
di bawah terik sinar Mentari
meski mungkin
tidur siang saya,
tidak pernah sepanjang tidur di malam hari.
21022011 0648
The Big Little Things
There's always something behind everything. Something big behind every little thing.
Minggu, 22 Januari 2012
repost : Nona Es Krim dan Tuan Kopi
Sore itu, di suatu tempat. Di Negeri Makanan.
Tuan kopi sedang berjalan sendirian, ketika ia melihat seseorang sedang menangis di pinggir jalan yang sedang ia lewati.
“hei, nona Es krim, mengapa kamu menangis?”
“hiiks, aku sedang bersedih, tuan Kopi. Aku merasa lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin..hiiks”
Lalu si tuan Kopi pun ikut duduk di sebelah nona Es krim. Ia menghentikan perjalanannya, dan mencoba mendengarkan keluh kesah si nona Es krim.
“Berpura-pura bagaimanaa? Setahuku kamu adalah si nona Es krim yang selalu bergembira, disukai banyak anak-anak, selalu membuat mereka tersenyum. Kamu lah yang paling terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi mengapa kamu menangis?”
“Aku memang terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi tahukah kamu, tuan, bahwa aku sudah mulai lelah berpura-pura. Aku lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin untuk menyenangkan hati mereka, para pecintaku. Tahu kah kamu, bahwa sebenarnya aku hanyalah cairan kental yang tidak manis dan tidak dingin, yang sering kalian sebut sebagai susu?”
“Ya, tentu saja aku tahu. Meski tidak selalu berada di dekat mu, tapi aku selalu tahu, bahwa bentuk aslimu tidak lain dari cairan bernama susu. Tapi lalu mengapa,nona? Meski tidak manis dan tidak dingin, bukankah susu itu sehat lagi memiliki banyak manfaat?”
“ Andai saja seluruh pecintaku mengerti aku layaknya kamu.hiiks. Tahukah kamu, tuan, bahwa banyak pecintaku yang justru membenci susu. Mereka hanya ingin menyantapku ketika aku sudah manis dan dingin. Aku selalu iri denganmu. Kamu yang hitam lagi pahit, tapi selalu dikelilingi para pecintamu. Mereka menggilaimu, baik ketika kamu manis, maupun ketika kamu pahit. Mereka memujamu, dalam keadaan panas maupun dingin. Mereka menikmatimu di pagi, malam, sore bahkan siang pun tidak ada masalah. Tapi aku?Tidak semua pecintaku bisa menerima bentuk asliku. Beberapa dari mereka sangat menyukaiku, tapi begitu menjauhi bentuk asliku, susu. Bagaimana aku tidak sediih, ketika mengetahui bahwa tidak semua pecintaku bisa menerima aku dalam bentuk asliku. Apa aku harus terus berpura-pura, agar bisa terus dicintai pecintaku?hiiks”
“ Sudahh nona Manjaa, jangan menangis lagi. Cobalah untuk menjadi dirimu seperti apa adanya. Jadilah nona Es krim yang manis lagi dingin, bila kamu menginginkannya. Lalu jadilah nona Susu yang cair lagi sehat, ketika kamu mulai lelah untuk menjadi manis dan dingin. Lalu para pecintamu, jangan lagi kamu pikirkan mereka. Jadilah saja apa adanya kamu, lalu kelak kamu akan temukan siapa pecinta sejati yang bisa menerima kamu apa adanya.
Kamu begitu menyanjungku. Kamu pikir aku tidak perlu berpura-pura untuk mendapatkan cinta dari mereka, para pecintaku. Tapi kamu salah, nona. Terkadang, aku perlu menambahkan sedikit pemanis, agar bisa menarik orang untuk bisa menikmati aku. Terkadang, bila pemanis tidak cukup, aku tambahkan lagi sedikit es, agar kelak aku bisa menjadi lebih segar dan dapat dinikmati di siang hari.
Tapi tahukah kamu, meski telah ditambah pemanis, aku masih kerap memunculkan rasa asliku, aku masih saja munculkan pahitku. Itu semua kulakukan agar kelak penikmatku mengerti, bahwa rasa asliku adalah pahit. Dan ketika menyantapku, mereka, mau tidak mau harus merasakan pahitku. Aku tidak pernah rela menjadikan diriku begitu manis sampai menghilangkan pahitku, karna itu bukan aku. Dan bila mereka, orang-orang itu menginginkan yang manis, aku persilahkan mereka untuk meninggalkan aku, dan memilih si nona Madu. Lalu, bila mereka tetap saja kembali untuk menikmati aku, aku mulai yakin bahwa merekalah pecinta sejatiku. Karna mereka tidak meninggalkan aku, meski mereka tahu aku pahit.”
“ Kamu benar sekali, tuaan. Harusnya aku lebih berani untuk menjadi apa adanya diriku. Harusnya aku tidak terus berpura-pura hanya untuk mendapatkan pecinta semuku. Tapii, bagaimana aku bisa memulai menjadi apa adanya aku? Aku terlalu takut untuk mencobanya seorang diri..hiiiksss ”
“ Tenang saja Manis, kamu bisa mancobanya bersama aku. Aku bisa menemani membangun percaya dirimu. Kamu bisa menjadi apa adanya bersama aku. Kamu bisa memilih untuk menjadi nona Es krim yang manis lagi dingin, maka saat itu aku akan kurangi sedikit manisku, dan kita akan menjadi minuman yang luar biasa. Bayangkan saja, Kopi dan Es krim, siapa yang bisa menolak minuman luar biasa itu? Atau, bila kamu memutuskan untuk menjadi nona Susu, aku bisa mengimbangimu, dan kita akan menjadi pasangan minuman yang dapat dinikmati di pagi, siang, sore ataupun malam hari. Mereka bisa menikmati Kopi Susu dalam keadaan panas maupun dingin. Itu yang kamu inginkan, bukan, nona? Menjadi apa adanya dirimu, lalu mendapatkan pecinta sejatimu?”
“ Iyaa, anda benar sekali tuan. Tapi benarkah kamu mau menemaniku, membangun percaya diriku?”
“ Tentu saja aku mau! Tapi janjikan aku satu hal, nona..”
“ Sebutkan saja, apa yang harus aku janjikan kepadamu, tuan Kopi yang baik hati?”
“ Berjanjilah kepadaku, untuk tidak lagi menangis di pinggir jalan yang sepi ini. Tidakkah kamu tahu, bahwa sangat menyedihkan melihat seorang nona manis yang biasanya menghadirkan senyuman bagi anak-anak yang sedang bersedih, justru menangis tersedu? Tersenyumlah nona. Jadilah seperti apa adanya dirimu, dan lihatlah, bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan peranan kepada makhlukNya. Dan bila suatu saat kamu rasakan bahwa Tuhan tidak menciptakanmu secara lengkap, maka ketahuilah, bahwa Ia telah ciptakan aku untuk lengkapi kamu.”
Tuan kopi sedang berjalan sendirian, ketika ia melihat seseorang sedang menangis di pinggir jalan yang sedang ia lewati.
“hei, nona Es krim, mengapa kamu menangis?”
“hiiks, aku sedang bersedih, tuan Kopi. Aku merasa lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin..hiiks”
Lalu si tuan Kopi pun ikut duduk di sebelah nona Es krim. Ia menghentikan perjalanannya, dan mencoba mendengarkan keluh kesah si nona Es krim.
“Berpura-pura bagaimanaa? Setahuku kamu adalah si nona Es krim yang selalu bergembira, disukai banyak anak-anak, selalu membuat mereka tersenyum. Kamu lah yang paling terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi mengapa kamu menangis?”
“Aku memang terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi tahukah kamu, tuan, bahwa aku sudah mulai lelah berpura-pura. Aku lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin untuk menyenangkan hati mereka, para pecintaku. Tahu kah kamu, bahwa sebenarnya aku hanyalah cairan kental yang tidak manis dan tidak dingin, yang sering kalian sebut sebagai susu?”
“Ya, tentu saja aku tahu. Meski tidak selalu berada di dekat mu, tapi aku selalu tahu, bahwa bentuk aslimu tidak lain dari cairan bernama susu. Tapi lalu mengapa,nona? Meski tidak manis dan tidak dingin, bukankah susu itu sehat lagi memiliki banyak manfaat?”
“ Andai saja seluruh pecintaku mengerti aku layaknya kamu.hiiks. Tahukah kamu, tuan, bahwa banyak pecintaku yang justru membenci susu. Mereka hanya ingin menyantapku ketika aku sudah manis dan dingin. Aku selalu iri denganmu. Kamu yang hitam lagi pahit, tapi selalu dikelilingi para pecintamu. Mereka menggilaimu, baik ketika kamu manis, maupun ketika kamu pahit. Mereka memujamu, dalam keadaan panas maupun dingin. Mereka menikmatimu di pagi, malam, sore bahkan siang pun tidak ada masalah. Tapi aku?Tidak semua pecintaku bisa menerima bentuk asliku. Beberapa dari mereka sangat menyukaiku, tapi begitu menjauhi bentuk asliku, susu. Bagaimana aku tidak sediih, ketika mengetahui bahwa tidak semua pecintaku bisa menerima aku dalam bentuk asliku. Apa aku harus terus berpura-pura, agar bisa terus dicintai pecintaku?hiiks”
“ Sudahh nona Manjaa, jangan menangis lagi. Cobalah untuk menjadi dirimu seperti apa adanya. Jadilah nona Es krim yang manis lagi dingin, bila kamu menginginkannya. Lalu jadilah nona Susu yang cair lagi sehat, ketika kamu mulai lelah untuk menjadi manis dan dingin. Lalu para pecintamu, jangan lagi kamu pikirkan mereka. Jadilah saja apa adanya kamu, lalu kelak kamu akan temukan siapa pecinta sejati yang bisa menerima kamu apa adanya.
Kamu begitu menyanjungku. Kamu pikir aku tidak perlu berpura-pura untuk mendapatkan cinta dari mereka, para pecintaku. Tapi kamu salah, nona. Terkadang, aku perlu menambahkan sedikit pemanis, agar bisa menarik orang untuk bisa menikmati aku. Terkadang, bila pemanis tidak cukup, aku tambahkan lagi sedikit es, agar kelak aku bisa menjadi lebih segar dan dapat dinikmati di siang hari.
Tapi tahukah kamu, meski telah ditambah pemanis, aku masih kerap memunculkan rasa asliku, aku masih saja munculkan pahitku. Itu semua kulakukan agar kelak penikmatku mengerti, bahwa rasa asliku adalah pahit. Dan ketika menyantapku, mereka, mau tidak mau harus merasakan pahitku. Aku tidak pernah rela menjadikan diriku begitu manis sampai menghilangkan pahitku, karna itu bukan aku. Dan bila mereka, orang-orang itu menginginkan yang manis, aku persilahkan mereka untuk meninggalkan aku, dan memilih si nona Madu. Lalu, bila mereka tetap saja kembali untuk menikmati aku, aku mulai yakin bahwa merekalah pecinta sejatiku. Karna mereka tidak meninggalkan aku, meski mereka tahu aku pahit.”
“ Kamu benar sekali, tuaan. Harusnya aku lebih berani untuk menjadi apa adanya diriku. Harusnya aku tidak terus berpura-pura hanya untuk mendapatkan pecinta semuku. Tapii, bagaimana aku bisa memulai menjadi apa adanya aku? Aku terlalu takut untuk mencobanya seorang diri..hiiiksss ”
“ Tenang saja Manis, kamu bisa mancobanya bersama aku. Aku bisa menemani membangun percaya dirimu. Kamu bisa menjadi apa adanya bersama aku. Kamu bisa memilih untuk menjadi nona Es krim yang manis lagi dingin, maka saat itu aku akan kurangi sedikit manisku, dan kita akan menjadi minuman yang luar biasa. Bayangkan saja, Kopi dan Es krim, siapa yang bisa menolak minuman luar biasa itu? Atau, bila kamu memutuskan untuk menjadi nona Susu, aku bisa mengimbangimu, dan kita akan menjadi pasangan minuman yang dapat dinikmati di pagi, siang, sore ataupun malam hari. Mereka bisa menikmati Kopi Susu dalam keadaan panas maupun dingin. Itu yang kamu inginkan, bukan, nona? Menjadi apa adanya dirimu, lalu mendapatkan pecinta sejatimu?”
“ Iyaa, anda benar sekali tuan. Tapi benarkah kamu mau menemaniku, membangun percaya diriku?”
“ Tentu saja aku mau! Tapi janjikan aku satu hal, nona..”
“ Sebutkan saja, apa yang harus aku janjikan kepadamu, tuan Kopi yang baik hati?”
“ Berjanjilah kepadaku, untuk tidak lagi menangis di pinggir jalan yang sepi ini. Tidakkah kamu tahu, bahwa sangat menyedihkan melihat seorang nona manis yang biasanya menghadirkan senyuman bagi anak-anak yang sedang bersedih, justru menangis tersedu? Tersenyumlah nona. Jadilah seperti apa adanya dirimu, dan lihatlah, bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan peranan kepada makhlukNya. Dan bila suatu saat kamu rasakan bahwa Tuhan tidak menciptakanmu secara lengkap, maka ketahuilah, bahwa Ia telah ciptakan aku untuk lengkapi kamu.”
repost : Mon Reve
Pagi ini tiba-tiba saya teringat tentang mimpi, atau cita-cita tepatnya. Entah kenapa, tapi sepertinya ide ini lahir dari hasil kepo akut yang saya derita selama ini.haha
Jadi begini,
Saya masih ingat, entah satu setengah atau dua tahun yang lalu, di suatu perkuliahan, dosen saya bertanya kepada kami {read:mhsswanya} mengenai cita-cita kami sewaktu kecil.
dosen: quand vous etiez petits, vous vouliez etre quoi? (saya lupa jelasnya, tapi sepertinya ini pertanyaan yang diajukan.haha)
Lalu, seperti lupa kalau sudah menjadi mahasiswa, sudah berumur pula, kami sekelas langsung ramai!Yah, saat itu kelas menjadi sangat ramai, setiap mulut berbicara, saling menengok ke kanan ataupun ke kiri {karna posisi bangku yang membentuk lingkaran tak sempurna}, lalu seperti lupa untuk menjawab pertanyaan yang di berikan dosen, kami semua mulai bernostalgila, tertawa dan mencerca kebodohan dan kealay-an jaman baheula.
Dan melihat suasana kelas yang mulai kacau, si dosen pun kembali berusaha menguasai kelas. Beliau mulai menanyakan satu persatu mahasiswa tentang 'ingin menjadi apakah mereka sewaktu kecil?' (dan saya mulai ingat, saat itu kami sedang belajar imparfait :) )
Satu persatu siswa mulai menjawab. Ada yang ingin menjadi dokter, astronot, penyanyi, artis, dan cita-cita hebat lainnya yang kelak bila menjadi kenyataan tentu akan menjadi suatu profesi yang bisa menghasilkan uang yang banyak pula..haha loh* :D
Sampai kemudian, giliran saya untuk menjawab
"moi, quand j'etais petite, je voulais etre un professeur!"
Wihii, dan kelas pun riuh..
Mungkin mereka berpikir begini : ini anak waktu kecil pikirannya tua amat..haha :D
biarin ajaa, karna saya ingat benar kalau dulu saya ingin sekali menjadi seorang guru, seperti mamah saya! :)
Jadi begini,
Saya sejak kecil mungkin memang hanya seorang anak kecil biasa yang teramat sangat 'miskin' akan imajinasi. Jadi apapun yang saya lakukan, pastilah terinspirasi pada seseorang ataupun sesuatu. Dan inipun berlaku juga bagi terciptanya cita-cita saya.
Saya memang seorang pemimpi, emm, pengkhayal mungkin lebih tepatnya. Karna saya senang berkhayal, hingga untuk cita-cita pun, saya memiliki banyak! :D
> Dan cita-cita pertama saya, adalah menjadi guru. Dan ini sudah jelas terinspirasi oleh si mamah.. :D
> Lalu, saya merubah cita-cita, hingga akhirnya saya memutuskan untuk ingin menjadi insinyur pertanian! Yang ini, karna si ayah punya banyaak pohon di rumah, dan kali ini saya mencuri cita-cita si teteh yang sebelumnya lebih dulu ingin menjdi seorang insinyur pertanian.haha Lalu, beberapa tahun kemudian, saya tinggalkan cita-cita ini, karna akhirnya saya menyerah akan ketakutan saya pada binatang jelek bernama CACING! karna ayah bilang, seorang insinyur pertanian ga boleh takut sama binatang penyubur tanah ituu..hmm ilfil*
> Kemudian, saya memutuskan untuk menjadi seorang psikolog! Tenang sajaa, kali ini saya tidak mencuri cita-cita siapapun. Saya terinspirasi menjadi seorang psikolong (sewaktu esde) karna saya kerap kali dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya.haha Dan jujur, sampai sekarang saya sangat menikmati 'pekerjaan' satu ini.. :D
> Meski tidak pernah ilfil dengan pekerjaan psikolog, namun menjelang SMA kelas 2, saya mulai merubah cita-cita saya. Kali ini semuanya bermula dari komik D*ra*mon. Waktu itu Shizuka berkata seperti ini: Aku ingin menjadi diplomat, dan bekerja untuk perdamaian dunia! Dan seketika itu pula, saya berpikir untuk menjadi seorang diplomat..haha :D dangkalsekali*
Lalu di detik ini, ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswi tingkat 3 jurusan pendidikan bahasa asing, sebenarnya masih melekat cita-cita tersebut di benak saya. Layaknya mahasiswa yang mempelajari kebudayaan asing lainnya, saya tentu saja memiliki mimpi untuk mengaplikasikan, mengkonfirmasikan segala ilmu yang saya dapat, di tanah dimana ilmu itu berasal, Prancis.
Tapi, kali ini saya menghapus kata 'Diplomat' sebagai tujuan yang ingin saya capai. emm, tidak benar-benar saya hapus sebetulnya, hanya saja kata tersebut saya timpa dengan label yang bertuliskan kata lainnya.
Dan kali ini sepertinya saya mulai mengganti cita-cita saya lagi.
Tidak muluk-muluk, Tuhan. Tapi kali ini kata 'Diplomat' telah saya timpa dengan label bertuliskan 'Bahagia'.
Tidak muluk-muluk,kan Tuhan? Entah jadi apa, tapi saya ingin kelak selalu bisa hidup bahagia.. :D
Cukup Bahagia!
Karna setelah saya pikir ulang, bukankan selama ini cita-cita ataupun mimpi yang saya pilih merupakan sesuatu yang saya anggap akan dapat membuat saya bahagia, kelak karna berhasil menggapainya,kan? :)
nad
25052011 9.10
Jadi begini,
Saya masih ingat, entah satu setengah atau dua tahun yang lalu, di suatu perkuliahan, dosen saya bertanya kepada kami {read:mhsswanya} mengenai cita-cita kami sewaktu kecil.
dosen: quand vous etiez petits, vous vouliez etre quoi? (saya lupa jelasnya, tapi sepertinya ini pertanyaan yang diajukan.haha)
Lalu, seperti lupa kalau sudah menjadi mahasiswa, sudah berumur pula, kami sekelas langsung ramai!Yah, saat itu kelas menjadi sangat ramai, setiap mulut berbicara, saling menengok ke kanan ataupun ke kiri {karna posisi bangku yang membentuk lingkaran tak sempurna}, lalu seperti lupa untuk menjawab pertanyaan yang di berikan dosen, kami semua mulai bernostalgila, tertawa dan mencerca kebodohan dan kealay-an jaman baheula.
Dan melihat suasana kelas yang mulai kacau, si dosen pun kembali berusaha menguasai kelas. Beliau mulai menanyakan satu persatu mahasiswa tentang 'ingin menjadi apakah mereka sewaktu kecil?' (dan saya mulai ingat, saat itu kami sedang belajar imparfait :) )
Satu persatu siswa mulai menjawab. Ada yang ingin menjadi dokter, astronot, penyanyi, artis, dan cita-cita hebat lainnya yang kelak bila menjadi kenyataan tentu akan menjadi suatu profesi yang bisa menghasilkan uang yang banyak pula..haha loh* :D
Sampai kemudian, giliran saya untuk menjawab
"moi, quand j'etais petite, je voulais etre un professeur!"
Wihii, dan kelas pun riuh..
Mungkin mereka berpikir begini : ini anak waktu kecil pikirannya tua amat..haha :D
biarin ajaa, karna saya ingat benar kalau dulu saya ingin sekali menjadi seorang guru, seperti mamah saya! :)
Jadi begini,
Saya sejak kecil mungkin memang hanya seorang anak kecil biasa yang teramat sangat 'miskin' akan imajinasi. Jadi apapun yang saya lakukan, pastilah terinspirasi pada seseorang ataupun sesuatu. Dan inipun berlaku juga bagi terciptanya cita-cita saya.
Saya memang seorang pemimpi, emm, pengkhayal mungkin lebih tepatnya. Karna saya senang berkhayal, hingga untuk cita-cita pun, saya memiliki banyak! :D
> Dan cita-cita pertama saya, adalah menjadi guru. Dan ini sudah jelas terinspirasi oleh si mamah.. :D
> Lalu, saya merubah cita-cita, hingga akhirnya saya memutuskan untuk ingin menjadi insinyur pertanian! Yang ini, karna si ayah punya banyaak pohon di rumah, dan kali ini saya mencuri cita-cita si teteh yang sebelumnya lebih dulu ingin menjdi seorang insinyur pertanian.haha Lalu, beberapa tahun kemudian, saya tinggalkan cita-cita ini, karna akhirnya saya menyerah akan ketakutan saya pada binatang jelek bernama CACING! karna ayah bilang, seorang insinyur pertanian ga boleh takut sama binatang penyubur tanah ituu..hmm ilfil*
> Kemudian, saya memutuskan untuk menjadi seorang psikolog! Tenang sajaa, kali ini saya tidak mencuri cita-cita siapapun. Saya terinspirasi menjadi seorang psikolong (sewaktu esde) karna saya kerap kali dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya.haha Dan jujur, sampai sekarang saya sangat menikmati 'pekerjaan' satu ini.. :D
> Meski tidak pernah ilfil dengan pekerjaan psikolog, namun menjelang SMA kelas 2, saya mulai merubah cita-cita saya. Kali ini semuanya bermula dari komik D*ra*mon. Waktu itu Shizuka berkata seperti ini: Aku ingin menjadi diplomat, dan bekerja untuk perdamaian dunia! Dan seketika itu pula, saya berpikir untuk menjadi seorang diplomat..haha :D dangkalsekali*
Lalu di detik ini, ketika saya sudah menjadi seorang mahasiswi tingkat 3 jurusan pendidikan bahasa asing, sebenarnya masih melekat cita-cita tersebut di benak saya. Layaknya mahasiswa yang mempelajari kebudayaan asing lainnya, saya tentu saja memiliki mimpi untuk mengaplikasikan, mengkonfirmasikan segala ilmu yang saya dapat, di tanah dimana ilmu itu berasal, Prancis.
Tapi, kali ini saya menghapus kata 'Diplomat' sebagai tujuan yang ingin saya capai. emm, tidak benar-benar saya hapus sebetulnya, hanya saja kata tersebut saya timpa dengan label yang bertuliskan kata lainnya.
Dan kali ini sepertinya saya mulai mengganti cita-cita saya lagi.
Tidak muluk-muluk, Tuhan. Tapi kali ini kata 'Diplomat' telah saya timpa dengan label bertuliskan 'Bahagia'.
Tidak muluk-muluk,kan Tuhan? Entah jadi apa, tapi saya ingin kelak selalu bisa hidup bahagia.. :D
Cukup Bahagia!
Karna setelah saya pikir ulang, bukankan selama ini cita-cita ataupun mimpi yang saya pilih merupakan sesuatu yang saya anggap akan dapat membuat saya bahagia, kelak karna berhasil menggapainya,kan? :)
nad
25052011 9.10
Sabtu, 21 Januari 2012
Coincidence
"
Dulu, waktu tahun-tahun awal kuliah, seorang dosen saya pernah bilang kalau di dalam hidup ini tidak ada hal yang kebetulan. Beliau bilang, semuanya sudah direncanakan. Atau di tempat lain saya pernah membaca bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan akibat dari apa yang kita perbuat. Entah mana yang paling masuk akal, tapi rasanya memang tidak ada hal-hal yang berlangsung tanpa sengaja, ya kan?
Kemarin saya baru saja mengikuti suatu kuliah umum, yang di sana, si dosen berkata begini : "
Seru, ga sih?haha
Buat saya topik ini seru sekali! Jadi kepikiran, kalau sebenernya setiap manusia punya kemampuan telepati! Dan syaratnya cuma satu: PERCAYA!
Percaya, kalau bisa melakukan telepati, akan bikin kita terus berusaha untuk mengusahakannya, menyalurkan energinya, pesannya, dan sisanya tinggal menjadi sedikit lebih peka saja. Dan saya yakin, kita bisa menyampaikan pesan dari jarak jauh!:D
Yayayayaa, saya sangat yakin kalau tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya pasti ada sebab maupun alasannya. Kadang, menganggap bahwa banyak hal terjadi sebagai sebuah kebetulan membuat saya berpikir, sepertinya kita men-judge Tuhan terlalu ceroboh, hingga melewatkan sesuatu hal dan menjadikannya sebagai sesuatu yang kebetulan.
Dia, Tuhan yang menciptakan kita, tidak akan begitu ceroboh, hingga membiarkan hal-hal berjalan tanpa sepengetahuan-Nya, kan? :)
Il n'y a rien par hasard.."
Dulu, waktu tahun-tahun awal kuliah, seorang dosen saya pernah bilang kalau di dalam hidup ini tidak ada hal yang kebetulan. Beliau bilang, semuanya sudah direncanakan. Atau di tempat lain saya pernah membaca bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan akibat dari apa yang kita perbuat. Entah mana yang paling masuk akal, tapi rasanya memang tidak ada hal-hal yang berlangsung tanpa sengaja, ya kan?
Kemarin saya baru saja mengikuti suatu kuliah umum, yang di sana, si dosen berkata begini : "
...tubuh manusia itu mengandung blablabla listrik, yang bila ia pergunakan dengan baik, akan bisa membantunya menggerakkan semesta. Masih ingat, dengan istilah 'Semesta Mendukung'? Itulah hasil dari setiap energi positif manusia.."
Seru, ga sih?haha
Buat saya topik ini seru sekali! Jadi kepikiran, kalau sebenernya setiap manusia punya kemampuan telepati! Dan syaratnya cuma satu: PERCAYA!
Percaya, kalau bisa melakukan telepati, akan bikin kita terus berusaha untuk mengusahakannya, menyalurkan energinya, pesannya, dan sisanya tinggal menjadi sedikit lebih peka saja. Dan saya yakin, kita bisa menyampaikan pesan dari jarak jauh!:D
Yayayayaa, saya sangat yakin kalau tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya pasti ada sebab maupun alasannya. Kadang, menganggap bahwa banyak hal terjadi sebagai sebuah kebetulan membuat saya berpikir, sepertinya kita men-judge Tuhan terlalu ceroboh, hingga melewatkan sesuatu hal dan menjadikannya sebagai sesuatu yang kebetulan.
Dia, Tuhan yang menciptakan kita, tidak akan begitu ceroboh, hingga membiarkan hal-hal berjalan tanpa sepengetahuan-Nya, kan? :)
Kamis, 19 Januari 2012
Komunikasi
Il n'arrive jamais que rien arriver
Erving Goffman
Waktu itu saya masih duduk di semester 4, ketika dosen saya memperkenalkan kalimat tersebut. Seorang dosen yang terlalu pintar, hingga beberapa mahasiswa seringkali dibuat pusing oleh kuliahnya. Tapi saya suka beliau! :)
Il n'arrive jamais que rien arriver, yang bila dipermudah bahasanya menjadi On ne peut pas ne pas communiquer, atau bila di bahasa indonesiakan menjadi kita tidak bisa tidak berkomunikasi, itu entah sejak kapan selalu melekat di kepala saya. Seriously, hampir menjadi kalimat favorit saya. Tau kenapa? Karena rasanya saya bisa begitu menyerap artinya.
Kalian juga percaya,kan, kalau kita ga pernah bisa berhenti untuk berkomunikasi? :D
Jadi, sudah bisa merasakan apa yang saya rasakan dari kalimat di atas, kan?
Bisa tolong sebutkan, apa ada cara menghambat tubuh kita berkomunikasi? Saya rasa tidak ada.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)