Sebelum film di play, saya mengeluarkan secarik kertas dan pensil untuk mencatat setiap kata-kata bagus yang nantinya (siapa tau) saya temukan di film itu. Dan kata-kata inilah, salah satunya yang saya dapat dari film tersebut.
“.. after centuries of men looking at my tits instead of my eyes and pinching my ass instead of shaking my hand, I now have the divine right to stare at a man’s backside with vulgar, cheap appreciation if I want to..”Ada banyak kata-kata bagus yang sebenarnya saya temukan di film itu, tapi entah kenapa kata-kata inilah yang tiba-tiba saja membuat saya berpikir. Haha, saya ga suka sebenarnya kalau saya mulai berpikir. :D
Dear, girls, apa kalian setuju dengan citation yang saya kutip dari film di atas? Saya sendiri, tidak setuju. Tapi, bukankah dipandang rendah dan dinilai fisiknya itu juga memuakkan?hmm Saya juga ga setuju dengan perlakuan laki-laki yang mengakibatkan si tokoh perempuan di film itu berkata demikian. Jadi, apa ini yang mengakibatkan banyak perempuan menjeritkan persamaan gender? Biar adil, maksudnya, we deserve the thing we do to others :D
Hal ini wajar, kan yah sebenernya? Bahkan di al-qur’an disebutkan, kalau orang baik untuk orang baik, orang jahat untuk orang jahat. Maksudnya, setiap orang memetik apa yang ia tanam, kaan? :D Menurut kalian, gimana? Do we have, now, the right to stare with vulgar and give them cheap appreciation? :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar