Il n'arrive jamais que rien arriver
Erving Goffman
Waktu itu saya masih duduk di semester 4, ketika dosen saya memperkenalkan kalimat tersebut. Seorang dosen yang terlalu pintar, hingga beberapa mahasiswa seringkali dibuat pusing oleh kuliahnya. Tapi saya suka beliau! :)
Il n'arrive jamais que rien arriver, yang bila dipermudah bahasanya menjadi On ne peut pas ne pas communiquer, atau bila di bahasa indonesiakan menjadi kita tidak bisa tidak berkomunikasi, itu entah sejak kapan selalu melekat di kepala saya. Seriously, hampir menjadi kalimat favorit saya. Tau kenapa? Karena rasanya saya bisa begitu menyerap artinya.
Kalian juga percaya,kan, kalau kita ga pernah bisa berhenti untuk berkomunikasi? :D
Jadi, sudah bisa merasakan apa yang saya rasakan dari kalimat di atas, kan?
Bisa tolong sebutkan, apa ada cara menghambat tubuh kita berkomunikasi? Saya rasa tidak ada.. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar