The Big Little Things

There's always something behind everything. Something big behind every little thing.

Minggu, 22 Januari 2012

repost : Nona Es Krim dan Tuan Kopi

Sore itu, di suatu tempat. Di Negeri Makanan.



Tuan kopi sedang berjalan sendirian, ketika ia melihat seseorang sedang menangis di pinggir jalan yang sedang ia lewati.



“hei, nona Es krim, mengapa kamu menangis?”



“hiiks, aku sedang bersedih, tuan Kopi. Aku merasa lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin..hiiks”



Lalu si tuan Kopi pun ikut duduk di sebelah nona Es krim. Ia menghentikan perjalanannya, dan mencoba mendengarkan keluh kesah si nona Es krim.



“Berpura-pura bagaimanaa? Setahuku kamu adalah si nona Es krim yang selalu bergembira, disukai banyak anak-anak, selalu membuat mereka tersenyum. Kamu lah yang paling terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi mengapa kamu menangis?”



“Aku memang terkenal dingin, lembut lagi manis di negeri ini. Tapi tahukah kamu, tuan, bahwa aku sudah mulai lelah berpura-pura. Aku lelah berpura-pura menjadi manis dan dingin untuk menyenangkan hati mereka, para pecintaku. Tahu kah kamu, bahwa sebenarnya aku hanyalah cairan kental yang tidak manis dan tidak dingin, yang sering kalian sebut sebagai susu?”



“Ya, tentu saja aku tahu. Meski tidak selalu berada di dekat mu, tapi aku selalu tahu, bahwa bentuk aslimu tidak lain dari cairan bernama susu. Tapi lalu mengapa,nona? Meski tidak manis dan tidak dingin, bukankah susu itu sehat lagi memiliki banyak manfaat?”



“ Andai saja seluruh pecintaku mengerti aku layaknya kamu.hiiks. Tahukah kamu, tuan, bahwa banyak pecintaku yang justru membenci susu. Mereka hanya ingin menyantapku ketika aku sudah manis dan dingin. Aku selalu iri denganmu. Kamu yang hitam lagi pahit, tapi selalu dikelilingi para pecintamu. Mereka menggilaimu, baik ketika kamu manis, maupun ketika kamu pahit. Mereka memujamu, dalam keadaan panas maupun dingin. Mereka menikmatimu di pagi, malam, sore bahkan siang pun tidak ada masalah. Tapi aku?Tidak semua pecintaku bisa menerima bentuk asliku. Beberapa dari mereka sangat menyukaiku, tapi begitu menjauhi bentuk asliku, susu. Bagaimana aku tidak sediih, ketika mengetahui bahwa tidak semua pecintaku bisa menerima aku dalam bentuk asliku. Apa aku harus terus berpura-pura, agar bisa terus dicintai pecintaku?hiiks”



“ Sudahh nona Manjaa, jangan menangis lagi. Cobalah untuk menjadi dirimu seperti apa adanya. Jadilah nona Es krim yang manis lagi dingin, bila kamu menginginkannya. Lalu jadilah nona Susu yang cair lagi sehat, ketika kamu mulai lelah untuk menjadi manis dan dingin. Lalu para pecintamu, jangan lagi kamu pikirkan mereka. Jadilah saja apa adanya kamu, lalu kelak kamu akan temukan siapa pecinta sejati yang bisa menerima kamu apa adanya.



Kamu begitu menyanjungku. Kamu pikir aku tidak perlu berpura-pura untuk mendapatkan cinta dari mereka, para pecintaku. Tapi kamu salah, nona. Terkadang, aku perlu menambahkan sedikit pemanis, agar bisa menarik orang untuk bisa menikmati aku. Terkadang, bila pemanis tidak cukup, aku tambahkan lagi sedikit es, agar kelak aku bisa menjadi lebih segar dan dapat dinikmati di siang hari.



Tapi tahukah kamu, meski telah ditambah pemanis, aku masih kerap memunculkan rasa asliku, aku masih saja munculkan pahitku. Itu semua kulakukan agar kelak penikmatku mengerti, bahwa rasa asliku adalah pahit. Dan ketika menyantapku, mereka, mau tidak mau harus merasakan pahitku. Aku tidak pernah rela menjadikan diriku begitu manis sampai menghilangkan pahitku, karna itu bukan aku. Dan bila mereka, orang-orang itu menginginkan yang manis, aku persilahkan mereka untuk meninggalkan aku, dan memilih si nona Madu. Lalu, bila mereka tetap saja kembali untuk menikmati aku, aku mulai yakin bahwa merekalah pecinta sejatiku. Karna mereka tidak meninggalkan aku, meski mereka tahu aku pahit.”



“ Kamu benar sekali, tuaan. Harusnya aku lebih berani untuk menjadi apa adanya diriku. Harusnya aku tidak terus berpura-pura hanya untuk mendapatkan pecinta semuku. Tapii, bagaimana aku bisa memulai menjadi apa adanya aku? Aku terlalu takut untuk mencobanya seorang diri..hiiiksss ”



“ Tenang saja Manis, kamu bisa mancobanya bersama aku. Aku bisa menemani membangun percaya dirimu. Kamu bisa menjadi apa adanya bersama aku. Kamu bisa memilih untuk menjadi nona Es krim yang manis lagi dingin, maka saat itu aku akan kurangi sedikit manisku, dan kita akan menjadi minuman yang luar biasa. Bayangkan saja, Kopi dan Es krim, siapa yang bisa menolak minuman luar biasa itu? Atau, bila kamu memutuskan untuk menjadi nona Susu, aku bisa mengimbangimu, dan kita akan menjadi pasangan minuman yang dapat dinikmati di pagi, siang, sore ataupun malam hari. Mereka bisa menikmati Kopi Susu dalam keadaan panas maupun dingin. Itu yang kamu inginkan, bukan, nona? Menjadi apa adanya dirimu, lalu mendapatkan pecinta sejatimu?”



“ Iyaa, anda benar sekali tuan. Tapi benarkah kamu mau menemaniku, membangun percaya diriku?”



“ Tentu saja aku mau! Tapi janjikan aku satu hal, nona..”



“ Sebutkan saja, apa yang harus aku janjikan kepadamu, tuan Kopi yang baik hati?”



“ Berjanjilah kepadaku, untuk tidak lagi menangis di pinggir jalan yang sepi ini. Tidakkah kamu tahu, bahwa sangat menyedihkan melihat seorang nona manis yang biasanya menghadirkan senyuman bagi anak-anak yang sedang bersedih, justru menangis tersedu? Tersenyumlah nona. Jadilah seperti apa adanya dirimu, dan lihatlah, bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah salah dalam memberikan peranan kepada makhlukNya. Dan bila suatu saat kamu rasakan bahwa Tuhan tidak menciptakanmu secara lengkap, maka ketahuilah, bahwa Ia telah ciptakan aku untuk lengkapi kamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar